Hidup Adalah Sekolah

Hidup ini seperti sekolah bagi jiwa.
Di sekolah kita belajar dalam beberapa tingkatan 
dan lulus setelah menguasai semua mata pelajaran.

Dalam hidup, kita juga belajar dalam beberapa tahapan—
dan semua orang harus menguasai mata pelajaran dasar 
yang sama: memberi, menerima, mencintai, memaafkan, dan melepaskan.

Namun kurikulum dan durasi pelajaranNya 
berbeda untuk setiap orang, sesuai kebutuhan masing-masing. 
Biasanya pola kebutuhan ini terlihat dari apa yang 
tidak kita dapatkan dari orang tua kita atau kondisi masa kecil kita.

Jika waktu kecil kita sering diabaikan atau ditolak, 
di masa dewasa kita akan belajar mencintai diri sendiri 
tanpa memerlukan validasi orang lain.

Jika waktu kecil kita terlalu patuh, di masa dewasa 
kita akan belajar mendengarkan suara batin 
dan membuat batasan sehat dengan orang lain.

Jika waktu kecil kita sering merasa hidup tidak adil, 
di masa dewasa kita akan belajar bahwa keadilan 
bukanlah sesuatu yang diberikan oleh orang lain, 
melainkan sesuatu yang kita ciptakan di dalam diri sendiri, 
dengan memahami bahwa setiap hal terjadi sesuai dengan porsiNya, 
sesuai dengan kebutuhan pembelajaran tiap jiwa.

Jika kita abai dan tidak memperbaiki pola pikir yang salah, 
hidup kita akan terus berputar di lingkaran yang sama 
dan mengulang pelajaran yang sama—hingga kita menyadari 
bahwa kita yang perlu berubah dan melampaui 
pola pikir lama yang berdasarkan ketakutan itu.

Jika kita tidak berhasil melampaui ujian batin hingga akhir hayat, 
kita diberi kesempatan mengulang dalam kehidupan berikutnya; 
terus, sampai kita mencapai kesempurnaan—atau 
sampai kita memahami semua pelajaran hidup.

Dan untuk mencapai kesempurnaan, kita pertama-tama 
harus sadar—bahwa semua yang kita lihat hanyalah perspektif, 
dan yang kita dengar hanyalah opini. 

Sedangkan kebenaran sejati hanya ada 
di dalam Kekosongan—dimana ego tidak ada.

Perhatikan kehadiran ego, supaya 
kita bisa menyadari keberadaan Yang Ilahi.

Yuk, sadar yuk!


Teks oleh Victoria Tunggono 
Pertama kali tayang 16 Oktober 2025 di akun IG @ratuvictoria

Komentar