Hukum Getaran

Salah satu dari 12 Hukum Semesta Alam Yang Kekal
adalah Hukum Getaran.

Dalam mekanika kuantum* dijelaskan bahwa
setiap hal yang ada di Jagat Raya ini bergerak secara konstan;
bergetar di frekuensi tertentu**.

Getaran adalah amplitudo, atau intensitas energi. 
Semakin tinggi getarannya, semakin kuat energinya.

Jumlah getaran energi disebut frekuensi,
dan diukur dalam satuan hertz (Hz).

Tubuh manusia bergetar di antara 5-10Hz,
tetapi manusia juga punya emosi,
yang bergetar di frekuensi berbeda-beda.

David R. Hawkins menemukan skala
yang memetakan getaran emosi manusia, dari 0 sampai 1000,
dengan kondisi netral di skala 250 atau sekitar 25% dari getaran optimal.

Karena kebanyakan manusia masih berpikir di ranah dualitas
atau kerangka berpikir “benar vs salah”,
maka kebanyakan manusia masih bergetar di frekuensi bawah—
sekitar 0-26Hz (rasa malu, rasa bersalah, apati, penyesalan,
ketakutan, hasrat, amarah, kesombongan).

Untuk menaikkan frekuensi, manusia bisa merombak pola pikirnya
dan belajar untuk setidaknya netral.

Setelah netral, kita bisa mulai menerima kenyataan,
memaafkan, bersyukur dan mulai mampu menggunakan nalar (26-40%); 

lalu merasakan Cinta Kasih Ilahi (welas asih),
penuh kebahagiaan dan kedamaian (50-60%);

baru akhirnya tercerahkan dan melampaui
batasan manusiawi di dimensi 3,
dan memasuki kesadaran Ilahi (>70%).

Ukur sendiri ya,
di mana kesadaranmu saat ini berada?

Yuk, sadar yuk!


Teks oleh Victoria Tunggono
Pertama kali tayang 24 Agustus 2024 di akun IG @ratuvictoria

_____

*) Mekanika kuantum adalah teori dasar yang menggambar-kan perilaku alam pada skala atom dan di bawahnya. Mekanika kuantum merupakan dasar dari semua fisika kuantum, yang meliputi kimia kuantum, teori medan kuantum, teknologi kuantum, dan ilmu informasi kuantum.
**)  dalam Prosiding SPIE berjudul “Discussion of Human Resonant Frequency” oleh James M. W. Brownjohn dan Xiahua Zheng tahun 2001.

Komentar

Baca Juga:

Hukum Tarik-Menarik

Hukum Gender