Apa Itu Ego?
Psikiater David R. Hawkins menggambarkan ego
sebagai “perilaku imajiner di balik pikiran dan tindakan;
serangkaian kebiasaan berpikir yang berakar diperkuat
oleh kesepakatan masyarakat dan repetisi alam bawah sadar,
menciptakan ilusi rasa diri personal.
Karena ego dibangun oleh posisionalitas*,
ego tidak memiliki pilihan untuk menjadi apapun selain apa yang ada.
Oleh karena itu, ego menjadi sumber penderitaan
dan kehilangan tiada akhir yang tak bisa dihindari.
Selain semua itu ego takut terhadap masa depan
dan sumber dari kematian itu sendiri,
yang merupakan bawaan dari struktur ego.
Ego bukan keburukan maupun musuh,
melainkan hanya ilusi untuk dilepaskan,
sehingga sesuatu yang jauh lebih baik dapat menggantikannya”**.
Dengan menyadari bahwa ego hanya ilusi,
lalu memisahkan ilusi dari kenyataan,
kita bisa mengenal yang bukan ego dan hidup nyata
dalam kesadaran setiap saat.
Yuk, sadar yuk!
Pertama kali tayang 20 Oktober 2022 di akun IG @ratuvictoria
_______
*) Posisionalitas adalah konteks sosial dan politik yang men-ciptakan identitas kita dalam hal ras, kelas, jenis kela-min, seksualitas, dan status kemampuan; juga menjelaskan ba-gaimana identitas kita mempengaruhi—dan berpotensi bias terhadap pemahaman dan pandangan kita tentang dunia.
**) Dirangkum dari buku “Dissolving the Ego, Realizing the Self: Contemplations from the Teachings of David R. Hawkins M.D, Ph.D.” – diedit oleh Scott Jeffrey, hal.20-99.
Komentar
Posting Komentar
Silakan bagikan pemikiranmu di sini: