Apa Yang Terjadi Ketika Kamu Merasa Apatis?

(Apathy; level kalibrasi 50-74)

Apati diterjemahkan sebagai ketidakpedulian
(ketidakacuhan atau kelesuan) terhadap hidup,
biasanya berujung keputusasaan karena melihat hidup
dari kacamata serba menderita dan tidak punya energi untuk mengenali,
apalagi mengolah, sumber daya (talenta) yang kita miliki.

Apati diidentifikasi sebagai akibat ketidakmampuan (keengganan) kita
mengambil tanggung jawab atas diri kita sendiri—lebih suka
menyalahkan orang lain (atau keadaan atau Tuhan) atas apa yang terjadi.

Sesungguhnya, ini adalah bentuk keangkuhan dan egotisme diri
menolak kenyataan (karena tidak sesuai dengan apa yang diinginkan)
yang disamarkan secara halus sebagai “aku tidak sanggup”.

Hal ini bisa dilampaui jika saja kita mau melepaskan ego (pola pikir)
dan hidup sadar setiap saat.

Caranya: dengan menerima kenyataan sebagai apa adanya,
berhenti merasa lemah atau bersikap seolah-olah korban
dan menyalahkan pihak lain, lalu mengubah pola pikir untuk
senantiasa berserah sepenuhnya kepada Yang Maha Kuasa.

Kita bisa bangkit dari keterpurukan dengan memilih Kasih—
bahagia dan bersyukur dalam segala hal.

Yuk, sadar yuk!


Teks oleh Victoria Tunggono
Pertama kali tayang 14 November 2022 di akun IG @ratuvictoria

Komentar

Baca Juga:

Hukum Tarik-Menarik

Hukum Getaran

Hukum Gender