Baik Saja Tidak Cukup
Kenapa banyak orang baik menderita?
Selama 500 tahun terakhir agama dan etika mengajarkan kita
untuk menjadi orang yang baik hati.
Padahal, para leluhur mengajarkan kita menjadi orang benar.
“Menjadi orang baik” membuat kita mengutamakan
kepentingan orang lain, menjaga imej—sehingga
kadang kita memalsukan sikap—yang pada akhirnya
mengorbankan kebutuhan emosional
dan kesehatan mental diri sendiri.
Sedangkan kebenaran akan meliputi semua pihak dan lapisan;
dan untuk bisa melihat kebenaran kita harus sadar.
Dalam kesadaran kita bisa melihat segala situasi apa adanya:
kepentingan orang lain maupun diri sendiri,
dan pola yang membuat kita saling terhubung.
Kita tidak lagi membenarkan diri demi terlihat baik,
tetapi bisa mengakui kesalahan diri sendiri,
memahami kondisi orang lain, menerima kenyataan bahwa
tidak selamanya kita harus sepakat,
dan memahami pembelajaran dari situasi ini.
“Menjadi orang baik” adalah mempertahankan
bagaimana orang lain memandang kita, sehingga
fokus kita di luar diri dan tidak hidup apa adanya.
Sedangkan kesadaran mengajak kita fokus ke dalam diri
dan memperhatikan segala reaksi emosi,
sehingga bisa fokus menyembuhkan luka dan membenahi diri;
serta melepaskan kendali atas hal-hal di luar diri kita.
Dalam kesadaran otomatis kita menjadi orang baik—
bukan hanya pada orang lain tapi juga pada diri sendiri.
Yuk, sadar yuk!
Teks oleh Victoria Tunggono
Pertama kali tayang 13 Desember 2024 di akun IG @ratuvictoria
Komentar
Posting Komentar
Silakan bagikan pemikiranmu di sini: