Dualitas
Kita sudah sangat terbiasa dengan dualitas—
dua kutub dari satu hal—sampai lupa bahwa
ada sisi-sisi lain atau pilihan di luar dua kutub tadi.
Misalnya: siang-malam.
Padahal masih ada sore, subuh, magrib, dst.
Pada koin yang punya dua sisi pun,
kita biasanya hanya membahas sisi angka dan gambar.
Padahal masih ada sisi ketebalannya,
yang sering luput dari perhatian kita.
Nah yang paling rumit adalah benar-dan-salah.
Soal ini, perlu kita pahami bahwa
semua orang memegang kebenaranNya sendiri,
menurut pandangan dan pengalaman masing-masing.
Bagi kita yang bisa melihat kebenaran dari segala sisi,
melihat kebenaran secara utuh dari segala sisinya,
kita sedang berlatih berpikir netral.
Dari netral, kita jadi bijak.
Dengan bijak, pemikiran kita tenang.
Dengan ketenangan batin, kita hidup sadar setiap saat.
Yuk, sadar yuk!
Komentar
Posting Komentar
Silakan bagikan pemikiranmu di sini: