Feminin Ilahi
Dewasa ini kita menemukan banyak perempuan
yang terbentuk mandiri atau terpaksa maskulin.
Hal ini awalnya dikarenakan pola asuh masa kecil
atau sistem sosial yang tidak sehat (secara mental), seperti patriarki.
Kegagalan pria menjadi maskulin sejati
membuat para perempuan yang kecewa dan terluka
merasa harus keluar dari zona femininnya,
mengambil alih kendali, dan menciptakan sendiri kondisi idealnya.
Padahal menyediakan dan melindungi adalah sifat maskulin ilahi.
Sedangkan sifat feminin ilahi adalah reseptif, bukan pasif;
berdaya, bukan menjadi korban; membumi, bukan insecure;
percaya, bukan mengalah; pengertian, bukan mengkritik;
mengasuh, bukan manipulatif; bukan tanpa batasan;
intuitif, bukan needy (membutuhkan); meregulasi emosi, bukan putus asa;
membuka hati, bukan mengorbankan diri; reflektif, bukan minderan.
Feminin ilahi adalah aspek feminin dari kekuatan ilahi
yang menghubungkan dan mengikat Bumi;
energi dewi yang ada di dalam diri kita semua—pria maupun wanita.
(sebagai produk dari Hukum Gender dan Hukum Polaritas)
Sifat feminin dan maskulin yang sehat pada laki-laki
membuatnya berwibawa dan dihormati;
sedangkan pada perempuan membuatnya jadi tangguh,
tetapi anggun dan dikagumi.
Dengan memiliki sosok ayah (yang sehat) di masa kecil,
seorang perempuan mampu menjaga keceriaan kanak-kanaknya,
sekaligus mempesona dalam kedewasaannya berpikir dan bertindak.
Ia tak merasa perlu bersaing dengan siapapun
karena ia tau setiap orang dilahirkan unik
dengan tugas dan porsi masing-masing
dan bahwa dirinya cukup.
Apakah polamu dan pasanganmu sudah sehat?
Yuk, sadar yuk!
Teks oleh Victoria Tunggono
Pertama kali tayang 6 Oktober 2024 di akun IG @ratuvictoria
Komentar
Posting Komentar
Silakan bagikan pemikiranmu di sini: