Hukum Kesesuaian

Salah satu dari 12 Hukum Semesta Alam Yang Kekal
adalah Hukum Kesesuaian.

Artinya, apa yang terjadi di sekitar kita
adalah refleksi langsung dari apa yang terjadi dalam diri kita;
kondisi internal kita menentukan lingkungan eksternal kita.

Hal ini sudah ada dalam ajaran Hermetik yang mengatakan:
“Seperti di Atas, begitu juga di bawah.
Seperti di dalam, begitu juga di luar.”

Hukum ini juga disebutkan dalam doa Bapa Kami:
“Terjadilah kehendak-Mu di atas Bumi seperti di dalam Surga.”
(Matius 6:10)

Atau pada hadis yang berbunyi:
“Aku sesuai prasangka hamba-Ku.”
(HR Bukhari No. 7405 & Muslim No. 2675a)

Artinya, pola pikir dan energi kita menciptakan realita kehidupan kita—
hidup kita terjadi sesuai dengan apa adanya diri kita.

Dalam Buddhism, ajaran ini disebut sebagai Pratītyasamutpāda,
yang artinya “asal-muasal yang saling bergantung”
(kemunculan bersebab); 

bahwa sebuah fenomena muncul karena ada penyebabnya,
dan “jika ini tidak ada lagi maka itu juga tidak ada lagi”.

Pada dasarnya, segala hal di dunia ini saling berkaitan;
dan karena “kita tidak bisa mengubah apapun di luar kendali kita”,
maka jika ada sesuatu dalam hidup kita yang tidak kita inginkan,
maka kita harus menghilangkan hal itu terlebih dulu di dalam diri kita.

Jadi, berhenti menyalahkan pihak lain,
tapi cari akar permasalahannya di dalam dirimu sendiri ya.

Yuk, sadar yuk!


Teks oleh Victoria Tunggono
Pertama kali tayang 26 Agustus 2024 di akun IG @ratuvictoria

Komentar

Baca Juga:

Hukum Tarik-Menarik

Hukum Getaran

Hukum Gender