Hukum Kompensasi

Salah satu dari 12 Hukum Semesta Alam Yang Kekal
adalah Hukum Kompensasi.

Artinya, segala hal di dunia ini tidak ada yang sia-sia;
setiap energi ada balasannya; semua perbuatan ada ganjarannya.

Ini juga diajarkan dalam ajaran agama Samawi*
sebagai hukum tabur-tuai.
Dalam Buddhism, ini disebut hukum karma

Semesta selalu adil
dan menghadirkan pada kita hal-hal sesuai energi kita.

Dengan mengetahui hukum ini,
kita jadi tahu bahwa semua upaya kita tercatat
dan akan kembali pada kita—kadang berkali-kali lipat—
tergantung dengan frekuensi kesadaran kita;
dan waktunya sesuai dengan kesiapan kita. 

Jadi jika kamu merasa upayamu sia-sia atau pikiranmu mandeg,
kamu perlu menyadari kondisi batinmu; 

semakin kamu tidak sabaran maka semakin jauh rezeki darimu—
karena sifat rezeki seperti kupu-kupu yang sulit ditangkap
saat kita fokus mengejar, tetapi hinggap tanpa diminta ketika kita tenang. 

Artinya, dalam bekerja fokus melakukan yang terbaik saja,
tidak perlu pikirkan uangnya. 

Semakin kita bekerja sepenuh hati, semakin baik hasilnya,
dan orang lain merasakannya.

Namun jika kita bekerja hanya untuk uangnya,
perhatikan seberapa cepat uang kabur dari kita.

Di saat yang tepat—saat kita sudah layak,
semua milik kita akan hadir dalam hidup kita,
sesuai dengan porsi kita.

Jadi, jalani saja hidupmu sebaik-baiknya
dan biarkan Semesta yang mengatur sisanya.

Yuk, sadar yuk!


Teks oleh Victoria Tunggono
Pertama kali tayang 29 Agustus 2024 di akun IG @ratuvictoria
_____


*) Agama Samawi adalah agama yang diwahyukan kepada para nabi dan rasul; termasuk agama wahyu, agama langit, atau monoteisme. Contoh: Yahudi, Kristen, Islam.

Komentar

Baca Juga:

Hukum Tarik-Menarik

Hukum Getaran

Hukum Gender