Hukum Ritme
Salah satu dari 12 Hukum Semesta Alam Yang Kekal
adalah Hukum Ritme.
Seperti musim yang silih berganti,
segala sesuatu di dunia ini juga punya iramanya sendiri;
semua hal bergerak dalam pola dan waktu yang unik;
dalam putaran waktu masing-masing yang tetap dan teratur.
Ini juga artinya, tidak ada yang abadi—
jika ada awal maka ada akhir;
Seperti yang pernah dikatakan Heraclitus*:
“satu-satunya yang konstan dalam hidup adalah perubahan”.
Artinya, kita dilarang diam di tempat menghindari perubahan—
tapi terus-menerus beradaptasi dalam menjalani ritme kehidupan.
Seperti bulan yang sabar menjalani
siklus purnama (penuh; utuh; Sukla Paksa)
dan tilem (kosong; safar; Krsna Paksa),
manusia juga punya siklusnya sendiri (biasanya berdasarkan
pengaruh posisi benda langit pada tanggal lahir—
astrologi, weton, vedic, dst).
Dalam hidup ada masanya kita belajar,
mengembangkan diri, mencapai puncak,
lalu memulai siklus baru lagi.
Ada masanya kita bisa tancap gas,
ada waktunya kita harus berhenti di rest area untuk istirahat.
Dengan memahami bahwa kita tidak bisa selalu di atas,
kita bisa menyikapi saat di bawah sebagai waktu untuk belajar lagi;
kontemplasi, memperbaiki diri—bahkan mengganti pola pikir—
supaya bisa kembali melangkah dengan semangat baru.
Jadi, jangan lupa untuk meluangkan waktu bermeditasi setiap hari,
sebagai jeda untuk re-charge energi di sela kegiatan,
supaya tidak kewalahan akhirnya (burnout).
Yuk, sadar yuk!
Pertama kali tayang 2 September 2024 di akun IG @ratuvictoria
_____
*) Heraclitus adalah seorang filsuf Yunani kuno pra-Socrates dari kota Ephesus (Türkiye) di tahun 500-an SM, yang saat itu merupakan bagian dari Kekaisaran Persia. Ia memberikan pengaruh yang luas pada filsafat Barat kuno dan modern, termasuk melalui karya-karya Plato, Aristoteles, Hegel, dan Heidegger.
Komentar
Posting Komentar
Silakan bagikan pemikiranmu di sini: