Hukum Sebab-Akibat

Salah satu dari 12 Hukum Semesta Alam Yang Kekal
adalah Hukum Sebab-Akibat.

Artinya, setiap tindakan punya konsekuensi;
setiap aksi menghasilkan reaksi; atau berbuah karma—
sebagai hubungan langsung antara tindakan dan peristiwa.

Ada efek berantai (butterfly effect/chain reaction)
yang mengikuti setiap pemikiran, perkataan,
maupun perbuatan kita, sekecil apapun itu.

Seringkali kita tidak menyadari adanya hukum alam ini,
sehingga bertindak seenaknya, hidup dalam ketakutan,
atau larut dalam kesedihan meratapi nasib;
hanyut dalam siklus sebab-akibat yang terus berputar—
lalu kesal sendiri dengan kenyataan hidupnya.

Ralph Waldo Emerson* mengatakan,
“Sebab dan akibat adalah dua sisi dari satu fakta.”

Faktanya adalah sebab energi kita sedang bergetar di frekuensi tertentu—
yang bisa kita periksa lewat emosi yang kita rasakan
atau cara kita memandang dunia saat ini—
menghasilkan akibat yang kita alami saat ini. 

Untuk memutus rantai siklus ini dan mendapatkan hasil yang berbeda,
kita harus menyadari pola dalam kerangka berpikir kita
dan menaikkan kesadaran dengan cara mengubah pola pikir
dari mental miskin atau mental korban
ke mental pemenang atau hidup berkesadaran.

Dengan menyadari hukum ini,
kita bisa senantiasa ingat (eling) siapa diri kita, posisi kita,
dan konsekuensi dari energi yang kita pancarkan;

serta waspada akan kemungkinan ego yang muncul
atau bagaimana kita merespons hal-hal yang terjadi di luar kendali kita.

Yuk, sadar yuk!


Teks oleh Victoria Tunggono
Pertama kali tayang 28 Agustus 2024 di akun IG @ratuvictoria
_____


*) Ralph Waldo Emerson (1803-1882) adalah seorang penulis esai, dosen, filsuf, abolisionis, dan penyair Amerika Serikat yang memimpin gerakan Transendentalis pada pertengahan abad ke-19.

Komentar

Baca Juga:

Hukum Tarik-Menarik

Hukum Getaran

Hukum Gender