Jagat Alit
Dalam ilmu Jawa, manusia disebut sebagai Jagat Alit*,
yang terdiri dari 7 lapisan dalam bentuk fisik maupun eterik.
A)
Raga (tubuh) adalah wadah (penyangga) kehidupan.
B)
Lalu ada 4 Kala Utama (papat keblat/sedulur papat):
1)
Kala Rodra (perwujudan Sang Hyang Batara Rodra)
bertugas untuk mengendalikan raga,
juga sebagai pembawa sifat jahat manusia.
2)
Kala Ankara (diambil dari nama kerajaan Sang Hyang Batara Brahma)
bertugas mengendalikan Kala Rodra,
sebagai pembawa sifat amarah manusia.
3)
Kala Wiguna (adalah nama lain Sang Hyang Batara Gana/Ganesha)
berfungsi mengendalikan Kala Ankara,
juga sebagai pembawa sifat cerdas manusia
dan membuat orang bisa mendayagunakan dirinya.
4)
Kala Nimpuna (adalah nama keraton Sang Hyang Batara Darma)
bertugas mengendalikan Kala Wiguna,
untuk membedakan sifat baik dan buruk,
juga sebagai wadah bagi Nyawa.
C)
Nyawa (wewenang dari Sang Hyang Batari Ratih;
bersifat seperti bulan yang bersinar dalsam kegelapan)
megendalikan Kala Nimpuna, juga wadah bagi Suksma Sejati.
D)
Suksma Sejati (Roh/Jiwa/Sang Atman/Kumara—
wewenang dari Sang Hyang Batara Kartika
dan Sang Hyang Batara Surya—bersifat seperti matahari)
mengendalikan Nyawa dan merupakan percikan Tuhan.
E)
Jagat Alit adalah bagian tak terpisah dari Jagat Ageng**,
dan semakin manusia mengenal dirinya,
dia semakin mengenal Tuhannya.
Teks oleh Victoria Tunggono
Pertama kali tayang 16 Agustus 2022 di akun IG @ratuvictoria_____
*) Dalam bahasa Bali: “Buwana Alit”;
dalam bahasa Indonesia “Semesta Kecil”;
dalam ranah fisika: “microcosmos”.
**) Dalam bahasa Bali: “Buwana Agung”;
dalam bahasa Indonesia “Semesta Raya”;
dalam ranah fisika: “macrocosmos”.
Komentar
Posting Komentar
Silakan bagikan pemikiranmu di sini: