Jati Diri Bangsa

Pepatah lama mengatakan, 
“Di mana Bumi dipijak, di situ langit dijunjung.”

Artinya, kita harus selalu menghormati tuan rumah 
dan mengikuti aturan tempat kita berada.

Namun sayangnya kebanyakan bangsa Indonesia 
tidak lagi mengenal budaya dan tata cara leluhurnya sendiri.

Kita lebih menyatu dengan budaya dari luar Nusantara, 
mengira itulah hal-hal yang semestinya dilakukan.

Selama beberapa ratus tahun terakhir bangsa ini kehilangan jati diri 
karena rakyatnya lebih mengenal bahasa, adat istiadat, 
dan dewata yang diimpor ketimbang nilai-nilai dari leluhur sendiri—
seperti lebih kenal nenek tetangga daripada nenek sendiri. 

Ingat bahwa setiap tempat punya penguasa masing-masing, 
baik yang kelihatan (sekala; lahir; materi) maupun tidak (niskala; batin; energi). 

Bagaimana caranya kita bisa dilancarkan tinggal di satu tempat 
jika tidak mau menerapkan tata cara di tempat itu? 

Apakah kira-kira penunggu setempat bisa menolong ketika kita kesulitan 
jika kita tidak menggunakan bahasa lokal? 

Di mana etika kita hidup sebagai bangsa Nuswantara? 

Kita sudah tahu pentingnya mengenal diri sendiri sebelum mengenal orang lain, 
supaya kita tidak diperdaya pihak manapun.
Maka sepatutnyalah kita mengenal aturan dan ajaran dari leluhur sendiri 
ketimbang mengadopsi yang dari luar. 

Yuk, sadar yuk!


Pertama kali tayang 13 September 2023 di akun IG @ratuvictoria

Komentar

Baca Juga:

Hukum Tarik-Menarik

Hukum Getaran

Hukum Gender