Kenapa Kita Tidak Sadar?

Anthony de Mello berkata, 
“Kebanyakan orang tidak tau bahwa dirinya tertidur. 
Mereka terlahir tidur, hidup tertidur, menikah dalam tidur, 
bahkan meninggal dalam tidur tanpa pernah terbangun. 
Mereka tidak pernah memahami keindahan dan keelokan hal ini 
yang kita sebut dengan keberadaan manusiawi.” 

Tertidur, artinya hidup tanpa kesadaran—
bergerak dalam mode auto-pilot
tidak bisa melihat (apalagi menerima) kenyataan;
mudah dipengaruhi atau diprovokasi; 
karena tidak mengenal diriNya sendiri.

Alhasil, kita menerima segala hal yang disuapkan pada kita 
dan memprosesnya dengan dogma yang “disetel” di frekuensi rendah—
kita berpikir bahwa logika atau perasaan kita adalah kenyataan.

Kita jadi terjebak ilusi pemikiran 
dan berputar dalam siklus yang sama selama puluhan tahun, 
dengan orang-orang yang berfungsi di frekuensi yang sama.

Kita memilih apa yang ingin kita dengar atau percaya 
karena sudah nyaman dan merasa aman dengan posisi kita—
bahwa kita merasa sudah melakukan segala kebaikan yang dianjurkan. 

Kita mengabaikan kebenaran dan menyangkal kenyataan utuh 
karena mengakuinya sangat menyakitkan untuk ego kita.

Kita berpegang pada apa yang kita percaya 
karena kita sudah terlalu terbiasa dituntun 
dan takut untuk berdiri sendiri tanpa pegangan—
karena sejak kecil kita sering diancam dosa dan ditakut-takuti neraka.

Jadi, apakah kita berbuat baik karena ketulusan hati, 
atau karena pamrih mengharapkan pahala dan ingin masuk Surga?

Yuk, sadar yuk!


Teks oleh Victoria Tunggono
Pertama kali tayang 12 September 2024 di akun IG @ratuvictoria

Komentar

Baca Juga:

Hukum Tarik-Menarik

Hukum Getaran

Hukum Gender