Membumi
Ada hal yang kuperhatikan sejak pindah ke Bali tahun 2012
saat bertanya lokasi suatu tempat:
Orang Jakarta akan menjawab berdasarkan patokan
seperti bangunan atau papan iklan.
Orang Bali menjawab dengan lugas:
“lagi 300 meter ke Utara, lalu belok ke Timur.”
Kanan-kiri-depan-belakang selalu bersifat subjektif,
tergantung dari sudut pandang siapa.
Namun empat arah mata angin itu pasti.
Tidak seperti di Jakarta,
orang-orang Bali masih sangat memegang tradisi warisan nenek moyang
dan sangat dekat dengan alam;
sampai-sampai mereka selalu tahu persis di mana mereka berada,
setiap langkahnya.
Dalam sistem bermasyarakat modern dan urban
kita terbiasa dengan melihat hal-hal secara subjektif.
Hasilnya, kita jadi tidak tahu jarak dan arah kita berada.
Yang kita tahu hanyalah berdasarkan pendapat atau kesepakatan masyarakat.
Namun para leluhur mengajarkan kita
untuk mendasarkan semua hal berdasarkan fakta,
yang objektif (tak memihak) dan universal (dapat diterima semua orang).
Inilah kesadaran leluhur kita;
inilah kunci kesaktian manusia.
Yuk, sadar yuk!
Teks oleh Victoria Tunggono
Pertama kali tayang 14 Juli 2023 di akun IG @ratuvictoria
Komentar
Posting Komentar
Silakan bagikan pemikiranmu di sini: