Mindfulness ala Jawa

Jauh sebelum kita mengenal istilah mindfulness
leluhur kita sudah mengajarkan ilmu ini sejak dahulu kala.

Pamomong leluhur Jawa, Eyang Ki Lurah Semar Badranaya, 
pernah menitipkan pesan: 

OJO DUMEH – artinya jangan mentang-mentang. 
Ini adalah pesan supaya kamu tetap rendah hati 
meski hal-hal baik sedang terjadi dalam hidupmu.

OJO GUMUNAN—artinya jangan mudah takjub, 
apalagi ketika melihat sesuatu yang di luar akal & kemampuanmu; 
supaya tidak mudah tertipu daya.

OJO KAGETAN—artinya tidak usah bingung atau terheran-heran. 
Apapun yang bisa dipikirkan manusia bisa mewujud 
dan zaman selalu berubah, 
jadi kita perlu selalu mawas diri dan beradaptasi.

OJO GETUNAN—artinya jangan mudah kecewa 
atau menyesali yang terjadi. 

OJO ALEMAN—artinya jangan kolokan atau manja.
Kamu bertanggung jawab atas semua hal yang terjadi dalam hidupmu, 
karena meski kamu tak meminta hal buruk, 
tetapi rupanya energimu yang menarik hal itu.

Semua yang terjadi selalu diizinkan Yang Maha Kuasa, 
berdasarkan pola pikir kita. 

Jadi, selalu ELING LAN WASPADA. 
Ingat siapa Diri SejatiMu, dan waspada 
karena setiap saat kamu bisa tergelincir dan masuk ke dalam ego.

Yuk, sadar yuk!


Teks oleh Victoria Tunggono
Pertama kali tayang 29 November 2022 di akun IG @ratuvictoria

Komentar

Baca Juga:

Hukum Tarik-Menarik

Hukum Getaran

Hukum Gender