Pencerahan Penuh
(Full Enlightenment; level kalibrasi 850-1000)
Meski jarang sekali ada orang yang bisa
mencapai tingkat Pencerahan Penuh,
David R. Hawkins berhasil meriset energi ini dari ajaran keilahian
dari para guru besar atau Avatar Agung
seperti Yesus Kristus, Buddha, Krishna, dan Zoroaster.
Dari sudut pandang intelek, tingkat kesadaran ini
berada di ranah metafisik, teologi, kenosis (gnosticism), atau ontologi.
Dalam bahasa spiritual, kita akan bertemu dengan realitas akhir
dengan melampaui dualitas Kesemuaan vs Ketiadaan
(atau Eksistensi vs Non-Eksisten).
Tingkat ini merupakan titik akhir jalan negasi
yang menyangkal segala hal sehingga pada akhirnya
yang ada hanya kekosongan (kehampaan, atau ketiadaan).
Sifat kondisi ini tak berbatas, tak berwaktu, non-linier,
Manunggal, mencakup semuanya, dan mengandung
‘kesadaran atas ketidaksadaran’ (unconscious awareness).
Dalam kosmologi Tantra di agama Hindu,
kondisi ini disebut sebagai sunya, yakni sumber segala hal
lahir, hidup, dan kembali, yang disimbolkan dengan Tuhan
sebagai Hyang Sunya (atau Sang Hyang Paramasunya).
Dalam bahasa Jawa, kondisi Cinta Ilahi ini disebut
tan keno kinoyo ngopo, atau
Tuhan yang “tidak dapat dijelaskan dengan kata-kata”.
Seseorang yang mencapai tingkat ini telah mampu
pasrah sepenuhnya kepada Sang Ilahi,
atau yang dalam bahasa Sansekerta disebut sebagai moksha*.
Tidak ada lagi keterpisahan antara “aku”, “kamu”, atau “itu”;
semua lebur dalam Cinta Ilahi dan segala penderitaan lenyap.
Kita akan bahas lebih dalam tentang ini
dalam sesi Reset Mindset/Ngobrol Goblok.
Yuk, sadar yuk!
Pertama kali tayang 12 Agustus 2024 di akun IG @ratuvictoria
_____
*) Moksha, vimoksa, vimukti [Sansekerta] = kondisi terbebas dari samsara (siklus kematian dan kelahiran).
Komentar
Posting Komentar
Silakan bagikan pemikiranmu di sini: