Penerimaan (2)

(Acceptance; level kalibrasi 350-399)

Penerimaan, menurut David R. Hawkins, adalah 
sebuah transformasi besar yang terjadi ketika muncul pemahaman bahwa 
“Diri merupakan sumber dan pencipta pengalaman kehidupan seseorang.”

Artinya: pribadi sudah sadar bahwa jawaban atas pertanyaan-pertanyaan
tidak ada di luar diri melainkan di dalam.

Penerimaan bukan berarti pasif atau apati, tetapi adanya
ketenangan emosi dan persepsi yang meluas
karena memperhatikan keadaan berdasarkan fakta.

Penerimaan juga menghindari asumsi, pelabelan, atau kesimpulan; 
contohnya: menerima bahwa seseorang memilih es krim rasa vanilla
bukan berarti itu adalah hal terbaik atau bahwa rasa cokelat lebih buruk.

Semua itu kembali pada selera, perspektif, atau kebenaran masing-masing pribadi.
Penerimaan adalah kemampuan untuk mengakui dengan tenang
keterbatasan pribadi dan orang lain tanpa kehilangan harga diri.

Emosi tidak lagi kasar, merusak atau bermusuhan; 
tetapi menjadi sekadar sinyal tubuh yang dipahami
sebagai batas toleransi ego—lalu ada kemampuan
untuk menunda reaksi atas emosi yang muncul.

Tidak ada lagi ketakutan atas penilaian orang lain
atau kekhawatiran akan masa depan.

Dalam penerimaan ada kerendahan hati, kejujuran, 
dan kebijaksanaan untuk memahami posisi diri
dan mulai menerima hal-hal terjadi sebagaimana adanya—
dan ini adalah pintu awal menuju Kesadaran Tinggi.

Yuk, sadar yuk!


Teks oleh Victoria Tunggono
Pertama kali tayang 1 Februari 2024 di akun IG @ratuvictoria

Komentar

Baca Juga:

Hukum Tarik-Menarik

Hukum Getaran

Hukum Gender