Pentingnya Bibit, Bebet, Bobot

Kalau bicara tentang Bibit, Bebet, Bobot*,
biasanya yang terpikir oleh banyak orang langsung ke:
“Anaknya siapa? Orang tuanya kaya nggak?
Kuliah di mana? Bisnisnya apa?”

Padahal bibit, bebet, bobot bukanlah hal materi.
Bibit adalah bawaan fisik (sesuai DNA) sejak lahir;
maka tidak bisa diubah.

Bebet adalah bawaan dari luar; idealisme, etika,
upbringing (pola asuh) seseorang atau cara ia dibesarkan;
biasanya melekat seumur hidup.

Bobot berkaitan dengan batin seseorang;
pengetahuan, pengalaman, pandangan hidup,
caranya mengolah emosi, caranya mengatasi masalah, dsb.

Pendeknya, Bibit, Bebet, Bobot adalah kerangka garis besar
tentang pribadi seseorang. 

Jadi akan sulit jika kita mengharap seseorang berubah
setelah menikah seperti yang kita inginkan.

Dengan tahu Bibit Bebet Bobot, kita bisa memahami,
menerima, dan memilih untuk berkomitmen atau tidak dengan orang ini.

Yuk, sadar yuk!


Teks oleh Victoria Tunggono
Pertama kali tayang 10 Maret 2022 di akun IG @ratuvictoria

_______


*)
Maksud leluhur kita menanamkan falsafah tentang Bibit, Bebet, Bobot adalah untuk membantu kita hidup berpasangan dengan lebih mudah, supaya waktu dan energi kita tidak terbuang untuk menyamakan frekuensi. 

Dengan memilih pasangan yang Bibit, Bebet, Bobot-nya selaras dengan diri kita (sefrekuensi) akan lebih mudah bagi kita menjalani hubungan, karena bisa lebih fokus ke pemberdayaan diri masing-masing sekaligus membangun sinergi sebagai pasangan. 

Namun tidak ada salahnya jika kita memilih pasangan yang Bibit, Bebet, Bobot-nya berbeda jauh dari diri kita, karena dari situ kita akan belajar banyak tentang 4 pelajaran dasar kehidupan: mencintai, melepaskan, memberi, dan menerima—serta turunan-turunannya. 

Yang penting, kita tahu dengan siapa kita menikah dan bisa menerima segala hal permanen di dalam dirinya (terutama bibit dan bebet) serta mau berkomitmen untuk saling bertumbuh bersama dalam ikatan pernikahan.

Komentar

Baca Juga:

Hukum Tarik-Menarik

Hukum Getaran

Hukum Gender