Pola Kehidupan

Selain energi, frekuensi dan getaran, 
Dunia ini tersusun atas pola dan fraktal .

Seperti halnya program komputer, 
Semesta tersusun oleh dan merespons 
kode angka dan geometri sakral.

Pola ini ada di mana-mana: 
di dalam diri kita (Jagad Alit/mikrokosmos: 
dalam bentuk DNA, terbaca di birth chart/weton/wariga) 
maupun di luar diri (Jagad Ageng/makrokosmos).

Motherboard-nya ada di otak kita, 
dimana kita punya kendali penuh untuk mengolah data dan merespons; 
kita bisa memanfaatkan fitur “free will”, 
menaikkan frekuensi getaran kita agar selaras dengan Semesta Raya, 
hingga menulis ulang kode DNA kita.

Kuncinya ada pada pola dan kekuatan pikiran kita.
Jadi kalau ingin memperbaiki kualitas hidup, 
perhatikan pola hidupmu dan sekitarmu:

Apakah aku telah mengadopsi pola pikir yang tepat?
Apa pola hidup dan pola makanku sudah sesuai dengan tujuan yang kuinginkan?
Apa kebiasaan yang perlu kulepaskan supaya bisa mencapai kedamaian batin?
Apakah orang-orang di sekelilingku berpikiran senada dan menghargaiku?

Lakukan pengecekan rutin ini lewat kontemplasi diri, 
journaling, maupun diskusi berkelompok. 

Niscaya hati dan pikiranmu akan selalu berselaras, segala upayamu dilancarkan, 
dan kenyataan lebih indah dari yang bisa kamu bayangkan.

Yuk, sadar yuk!


Teks oleh Victoria Tunggono
Pertama kali tayang 19 Juni 2024 di akun IG @ratuvictoria

Komentar

Baca Juga:

Hukum Tarik-Menarik

Hukum Getaran

Hukum Gender