Sabdo Pandito Ratu
Dalam ajaran Jawa, ada ungkapan
“sabdo pandito ratu tan keno wola-wali”
yang artinya “ucapan seseorang hendaknya tidak berubah-ubah”.
Hal ini mengingatkan kita
untuk senantiasa berkata jujur dan apa adanya;
tidak mudah mengucapkan hal-hal yang bukan kenyataan
atau yang bisa kita sesali nantinya.
Kalimat ini juga mengingatkan kita
untuk selalu mempraktikkan apa yang kita ajarkan,
supaya apa yang kita lakukan selalu sesuai dengan yang kita ucapkan.
“Sabdo pandito ratu” juga bisa berarti
“ucapan seorang (pemimpin) suci akan menjadi kenyataan.”
Artinya, apapun yang kita ucapkan atau pikirkan
adalah energi yang ditangkap oleh Semesta sebagai doa untuk diwujudkan.
Ada ayat yang berbunyi “terjadilah menurut imanmu”
(Matius 9:29)
Ada juga yang berbunyi “Aku sesuai persangkaan hamba-Ku”
(Hadits HR. Bukhari no. 6970 dan Muslim no. 2675)
Seringkali kita tidak sadar mendoakan yang buruk untuk diri sendiri,
seperti “aku tidak punya uang” atau “aku tidak akan bisa melakukan itu”,
padahal yang kita inginkan adalah sebaliknya.
Jadi, perhatikan lagi ucapanmu ya.
Jangan sampai upayamu tampil sederhana atau menghindari sesuatu
malah menghancurkan hidupmu sendiri.
Yuk, sadar yuk!
Teks oleh Victoria Tunggono
Pertama kali tayang 15 Desember 2022 di akun IG @ratuvictoria
Komentar
Posting Komentar
Silakan bagikan pemikiranmu di sini: