Sekolah Kehidupan
Hidup itu ibaratnya sekolah.
Sejak lahir kita senantiasa belajar,
sampai kelak menutup mata masih akan terus belajar;
karena pelajaranNya tidak habis-habis.
Ada saatnya kita belajar berkelompok,
dipertemukan dengan orang-orang yang
harus belajar hal yang sama di waktu yang sama.
Ada saatnya kita belajar sendiri,
karena ada hal-hal yang perlu kita selesaikan di ruang batin.
Namun jika di sekolah kita belajar teori dulu baru ikut ujian,
di sekolah kehidupan kita diuji praktik dulu baru mendapatkan hakikatNya.
Ini karena biasanya manusia baru bisa memahami
jika sudah mengalami—seperti pepatah Jawa,
ngelmu iku kalakone kanthi laku
(Pakubuwono IV, Serat Wulangreh).
Dan jika kita menghadapi masalah dengan cara yang salah,
masalah itu akan terus berulang dengan kasus (atau orang) berbeda
sampai kita bisa melampaui pola pikir yang lama
dan menyelesaikan masalah itu dalam kesadaran—
baru kita akan naik kelas dan dihadapkan pada masalah yang lebih rumit,
tetapi akan bisa kita hadapi karena batin kita sudah lebih siap.
Jika kita bisa melihat sisi-sisi kehidupan kita
sebagai pembelajaran dalam sekolah kehidupan ini,
niscaya kita akan lebih cepat memahami pelajaranNya
dan tidak perlu mengulangi masalah.
Tidak perlu berlama-lama menekuri yang terjadi,
karena pada hakikatNya itu semua adalah pelajaran untuk jiwa kita.
Akhirnya, yang ada hanya rasa syukur.
Yuk, sadar yuk!
Pertama kali tayang 24 November 2023 di akun IG @ratuvictoria
Komentar
Posting Komentar
Silakan bagikan pemikiranmu di sini: