Sesuai Porsi

Orang tua zaman dulu sering mengingatkan,
“apapun yang berlebihan itu tidak baik,
meski jika itu adalah hal yang baik”.

Makan berlebihan merusak kesehatan tubuh,
bahkan hingga kesehatan mental.

Olahraga berlebihan bukannya merawat tubuh
tapi malah merusak kesehatan.

Bekerja berlebihan merusak kesehatan tubuh dan mental,
dan menjauhkan kita dari hubungan yang sehat
dengan keluarga maupun teman.

Bergaul berlebihan menimbulkan drama
dan mengancam kesehatan mental.

Kebaikan yang berlebihan memanjakan orang lain
dan membuat diri kita terjebak dalam ilusi predikat “orang baik”.

Segala sesuatu yang ada di dunia ini adalah baik,
dalam porsinya masing-masing.

Itu sebabnya perlu kesadaran untuk tahu sampai mana ukuran “cukup”
dan kapan waktuNya untuk berhenti—tapi juga
tidak membatasi diri dalam ketakutan.

Ada perbedaan antara self-care (merawat diri)
dan pelampiasan emosi terpendam atau upaya kabur dari kenyataan.

Ada perbedaan antara mengasihi
dan menghalangi proses pendewasaan seseorang.

Ada waktunya berjalan, ada waktunya berhenti;
ada waktunya belajar, dan ada waktunya berbagi.

Kunci hidup sehat dan bahagia adalah tahu diri
dan menjaga porsi supaya semua hal berjalan seimbang;
karena berlebihan di satu aspek akan membuat aspek lain terbengkalai. 

Perhatikan setiap aspek dalam hidupmu dan penuhi secukupnya.
Yuk, sadar yuk!


Teks oleh Victoria Tunggono
Pertama kali tayang 6 Januari 2025 di akun IG @ratuvictoria

Komentar

Baca Juga:

Hukum Tarik-Menarik

Hukum Getaran

Hukum Gender