Siapakah Aku?

Kupikir namakulah diriku.
Siapa yang mereka sebut ketika memanggilku.

Namun kusadari, aku lebih kompleks dari itu.
Kuperhatikan sekitarku untuk mengenal diriku.

Bagaimana mereka menganggapku terpancar
dari cara mereka berbicara padaku atau membicarakan aku.

Namun aku tidak merasa
seperti apa yang mereka pikirkan tentang aku.

Kulihat bagaimana mereka memperlakukanku;
mengapa mereka begitu padaku?

Namun saat kuperhatikan mereka yang di sekelilingku;
aku melihat ada sebagian diriku di dalam mereka.
Kulihat aku pun tak begitu berbeda.

Lalu kupelajari diriku sendiri;
Emosi yang muncul saat merespons sesuatu,
ternyata hasil dari trauma yang terbentuk dari pengalamanku.

Logika yang kupakai sebagai standard
ternyata berdasarkan sistem pengetahuan yang dipaksakan padaku.

Semua ini membentuk karakterku—
pola pikirku adalah produk bentukan sekitarku;
tetapi aku bukanlah pola pikirku.

Jadi, siapakah aku?

Jika di dalam diriku ada secuil dari setiap leluhur yang hidup sebelum aku;
juga secuil dari pemikiran setiap orang di sekelilingku; maka 

Aku adalah secuil bagian dari Semesta Raya ini.
Aku adalah Semesta, dalam rupa seorang manusia.


Teks oleh Victoria Tunggono
Pertama kali tayang 23 Desember 2023 di akun IG @ratuvictoria

Komentar

Baca Juga:

Hukum Tarik-Menarik

Hukum Getaran

Hukum Gender