Super Villain
Dalam setiap cerita superhero
selalu ada super-villain (penjahat super)—
sosok yang mengganggu sistem kepercayaan masyarakat
dan membuat superhero babak belur bertahan dalam kebenaran.
Padahal penjahat dan pahlawan mengalami hal yang sama dalam hidup:
masalah silih berganti menghantam dan memojokkan mereka.
Bedanya ada pada tindakan dan kebiasaan,
yang akhirnya membentuk karakter mereka.
Para penjahat lebih cepat menyerah pada keadaan,
berpikir tidak ada pilihan lain, lalu membuat keputusan
yang mengkorupsi nilai diri dan akhirnya merugikan orang lain.
Sedangkan para pahlawan menerima kenyataan,
merangkul penderitaan mereka
dan tetap menjunjung nilai yang mereka percaya.
Para penjahat cenderung menghindari penderitaan,
menganggap diri mereka korban keadaan,
dan mengambil jalan keluar yang paling tidak menyakitkan bagi dirinya sendiri.
Para penjahat adalah kita—yang mengingkari hakikat hidup
dan merasa serba terbatas.
Ada kalanya kita merasa terdesak dan putus asa
sehingga bertindak atas rasa takut dan panik—
dan berpikir bahwa apa yang kita lakukan adalah yang benar.
Pepatah mengatakan,
“Setiap orang suci punya masa lalu (kelam),
dan tiap pendosa punya masa depan (cerah).”
Artinya kita selalu punya pilihan:
apakah mau bermental korban dan menyangkal kebenaran;
atau menjadi pemenang dan mengubah nasib supaya jadi lebih baik?
Kuncinya ada pada pola pikir,
dan kuncinya ada di tangan kita sendiri:
apakah kita pahlawan atau penjahat?
Yuk, sadar yuk!
Teks oleh Victoria Tunggono
Pertama kali tayang 28 Juni 2024 di akun IG @ratuvictoria
Komentar
Posting Komentar
Silakan bagikan pemikiranmu di sini: