Tentang Ego
Menurut psikolog Sigmund Freud*,
manusia terdiri dari 3 komponen, yaitu id, ego, dan superego.
Id adalah keinginan naluriah manusia (nafsu, insting);
Superego berurusan dengan aspek moral (nurani, intuisi); dan
Ego menjadi jembatan di antara keduanya yang berurusan dengan kenyataan.
Apa yang dikatakan sebagai ego yang tinggi adalah
ego yang lebih memenangkan id dan mengalahkan superego.
Sedangkan mereka yang bisa melampaui id dan lebih dekat dengan superego
kita sebut “manusia tanpa ego”, sepi pamrih, atau tulus (selfless, altruistic).
Namun tentu ego tetap ada.
Pada praktiknya, ego adalah bagian dari identitas
yang kita bangun sendiri yang berkaitan dengan prinsip, kepribadian,
serta bakat dan keterampilan.
Ego menjadi topeng terluar yang ingin kita tampilkan pada dunia
(biasanya terbentuk tergantung tanggal lahir kita
seperti zodiak, primbon, wariga, shio, vedic, dll)
Tugas kita bukanlah menghilangkan ego,
tetapi belajar melampaui keinginan naluriah (id)
dan lebih terhubung dengan Yang Ilahi (superego).
Dengan begitu kita bisa hidup sadar setiap saat.
Latihannya bisa dengan meditasi, berdiskusi
(dengan guru spiritual atau teman sefrekuensi),
atau menulis jurnal.
Yuk, sadar yuk!
Pertama kali tayang 22 Desember 2022 di akun IG @ratuvictoria
_______
*) Sigmund Freud (1856-1939) dari Austria adalah neurologis dan penemu psikoanalisis, aliran psikologi dengan metode klinis unntuk mengevaluasi dan mengobati penyebab dari konflik batin.
Komentar
Posting Komentar
Silakan bagikan pemikiranmu di sini: