Tentang Kebanggaan
(Pride; level kalibrasi 175-199)
Di atas Amarah, peta tingkat kesadaran menunjukkan Kebanggaan.
Namun rasa bangga masih merupakan paksaan dari rasa takut
dan berada di level kritis (tingkat 175) yang menghambat pertumbuhan.
Kebanggaan adalah perasaan defensif
yang masih bergantung pada kondisi di luar diri
(seperti kekayaan, status, pencapain, dsb.)
Kebanggaan mempertahankan romantisme, cenderung melebih-lebihkan kenyataan,
membandingkan diri dengan orang lain, kecanduan pujian,
bahkan menuntut posisi tertentu sesuai citra diri.
Akibatnya, dalam kebanggaan ada pula rasa iri, sangsi, sinis,
persaingan, terancam, takut malu, benci, hingga dendam.
Ingat, ego yang digelembungkan masih rentan terhadap serangan!
Kebanggaan tidak membuat orang lain menghargai,
tapi sebaliknya malah menunjukkan kerapuhan batin kita.
Untuk melampauinya, sadari bahwa apapun yang kamu miliki
atau capai dalam hidupmu bukanlah karena dirimu semata.
Ingat pesan Eyang Semar: ojo gumunan, ojo kagetan, ojo dumeh.
Alias: biasa saja
(dalam menanggapi komentar orang dan menjalani hidup).
Yuk, sadar yuk!
Pertama kali tayang 31 Maret 2023 di akun IG @ratuvictoria
______
*) Kebanggaan biasanya dilihat sebagai sesuatu yang baik, tetapi sebenarnya masih sangat terpengaruh kendali ego. Ada paksaan di ranah ini, yang terjadi sebagai penggelembungan ego, rasa tidak mau kalah, atau kebutuhan akan pembuktian diri.
Kebanggaan, keangkuhan, atau kesombongan menjadi puncak dari level kritis, energi negatif, atau kesadaran bawah. Emosi Kebanggaan dan di bawahnya didominasi pandangan dualitas, yang terfokus pada pemisahan sisi menjadi benar vs salah, baik vs buruk, dst.
Jika bisa melampaui tingkatan ini, manusia akan memasuki ranah emosi positif dan hal-hal baik mulai terjadi di dalam hidup.
Komentar
Posting Komentar
Silakan bagikan pemikiranmu di sini: