Toxic Positivity

Apa kamu merasa orang-orang di sekitarmu kelewat positif
dan kamu merasa gerah menerimanya?

Kalau kamu melihat hal positif sebagai hal yang negatif, 
ini artinya kamu sedang tak terhubung dengan Yang Ilahi
dan hidup mengandalkan egomu.

Ini merupakan pertanda supaya kamu kembali
masuk ke dalam Diri dan memeriksa keadaan batinmu.

Bisa jadi ada trauma yang belum kamu selesaikan, 
atau ada pemikiran buruk yang kamu pelihara.

Atau mungkin kamu terlalu berusaha untuk disukai
dan diterima oleh orang lain,
sehingga tak lagi tahu mana yang murni.

Ada kerinduan yang didamba oleh jiwamu,
tetapi pikiranmu terlalu sibuk berkompetisi dengan orang lain.

Jika kamu tak tahu bagaimana cara untuk kembali ke kemurnian,
gunakan momen sendirimu untuk berkontemplasi.
Melipir sebentar ke keheningan, perhatikan sekitarmu, 
lalu perhatikan pola pikirmu.

Selesaikan traumamu, belajar mengenal Diri, 
dan hiduplah selalu bersama Diri Sejati.

Yuk, sadar yuk!


Teks oleh Victoria Tunggono
Pertama kali tayang 22 Maret 2023 di akun IG @ratuvictoria

________

*) Catatan Tentang Toxic Positivity

Dalam dunia kesehatan mental, kita sering mendengar kata toxic positivity.
Ini adalah niat positif yang diaplikasikan pada waktu, tempat, atau orang yang “salah”.
Namun dalam ranah spiritualitas,
toxic positivity adalah pembenaran bagi kita yang masih dalam tahap penyembuhan.

Ketika energi kita didominasi energi yang negatif, kita jadi sulit melihat hal-hal yang positif.
Akibatnya, niat baik seseorang berbalik menjadi bumerang yang menjadikan seseorang tampak antagonis bagi kita.

Sesungguhnya tidak ada yang bisa mengatur sikap dan kata-kata orang lain.
Kita hanya bisa mengendalikan sikap dan cara berpikir kita sendiri.
Orang lain bebas berpendapat dan memberi nasihat,
dan seharusnya hal itu tidak mengganggu jika pendirian kita kuat.

Kalau kita belum bisa menyikapi secara netral, artinya ada yang belum selaras dalam diri.
Tanya pada diri sendiri: kenapa kita begitu terganggu?


Pertama kali tayang 18 Januari 2022 di akun IG @ratuvictoria

Komentar

Baca Juga:

Hukum Tarik-Menarik

Hukum Getaran

Hukum Gender