Untuk Kamu Yang Harus Melepaskan

Alkisah, seorang ayah membelikan putrinya 
sebuah kalung mutiara mainan.

Si anak bersukacita dan memakai kalung itu setiap saat.

Suatu hari, sang ayah mendatangi anaknya dan bertanya, 
“Nak, apa kamu sayang pada ayah?”
Anak itu menjawab, “Ya, aku sayang ayah!”

Ayah bertanya, “Apa rasa sayangmu membuatmu mau 
memberikan kalungmu untuk ayah?”

Si anak terkejut mendengar pertanyaan ayahnya, 
tak siap melepaskan kalung kesayangannya.

Dengan berat hati anak itu menjawab, 
“Ayah, aku sayang pada ayah. Tapi aku juga sayang pada kalungku.”

Hari-hari berikutnya sang ayah bertanya hal yang sama pada anaknya, 
dan anaknya menjawab yang sama pula.

Hingga suatu hari sang anak terisak dan berkata:
“Ayah, aku sayang pada kalung ini, tapi aku lebih sayang pada ayah.”

Si anak melepaskan kalung dari lehernya 
dan menyerahkannya pada ayahnya. 

Seraya menerima kalung, sang ayah merogoh kantong bajunya, 
mengganti kalung mainan tadi dengan kalung mutiara asli…

Dalam hidup seringkali kita berpegang dengan apa yang kita tahu, 
dan menjadikannya pusat kehidupan (kebahagiaan) kita.

Namun jika kita mau melepaskan pegangan kita, 
Semesta selalu punya gantinya, yang jauh lebih baik, di luar akal kita. 

Yuk, bisa yuk!


Teks oleh Victoria Tunggono
Pertama kali tayang 2 Agustus 2023 di akun IG @ratuvictoria

Komentar

Baca Juga:

Hukum Tarik-Menarik

Hukum Getaran

Hukum Gender