Video Game

Bayangkan hidup ini seperti sebuah video game 
dan jiwa kita telah memilih peran sebelum lahir.

Kita masing-masing punya misi, dalam berbagai tingkatan, 
dengan senjata dan peralatan pendukung yang bisa kita gunakan 
sepanjang menjalankan misi itu.

Hidup tidak pernah menjadi lebih mudah, 
tetapi lewat setiap kasus kita berkembang secara lahir dan batin.

Dalam mengatasi setiap rintangan kita akan belajar 
mengadopsi cara kerja baru yang lebih sesuai; 
karena kita tidak bisa memakai strategi dan senjata tingkat pemula 
untuk tingkat menengah, dst.

Kita harus meng-upgrade diri setiap saat, 
dan beradaptasi dengan strategi baru yang lebih efektif.

Semakin kemampuan kita terlatih dan terasah, 
semakin pede dan ringan dalam menjalani meski cobaan kita semakin berat.

Pada suatu saat kita akan menghadapi “raja terakhir”, 
yang biasanya adalah saingan terberat (nemesis) kita, 
karena di dalam dia ada hal-hal yang paling kita benci.

Namun musuh utama kita bukanlah orang lain, melainkan diri kita sendiri; 
orang yang kita benci adalah cerminan ketakutan kita.

Maka untuk “mengalahkan” sang musuh, 
kita perlu masuk ke dalam diri dan mengatasi ketakutan itu. 

Masalah akan otomatis selesai ketika kita menyadari 
bahwa sejak awal bukanlah mereka yang bermasalah 
tetapi kita, karena trauma di masa lalu.

Pada akhirnya, ini semua tentang pendewasaan batin kita.

Yuk, sadar yuk!


Teks oleh Victoria Tunggono
Pertama kali tayang 29 Maret 2024 di akun IG @ratuvictoria

Komentar

Baca Juga:

Hukum Tarik-Menarik

Hukum Getaran

Hukum Gender