Menjadi Orang Tua

Tidak ada orang tua yang sempurna, 
seberapapun mereka berusaha.

Akan selalu ada kekurangan orang tua di mata anak; 
tergantung karakter, kebutuhan emosional, 
trauma, dan karma masing-masing.

Berkeluarga adalah salah satu cara pendewasaan diri, 
dengan berproses lewat dinamika di antara satu sama lain.

Namun seringkali orang tua menjadi diktator 
yang memaksakan kehendak, (atau sama sekali) lupa 
tugasnya sebagai pembimbing dan pendukung.

Sedangkan anak seringkali tidak paham 
maksud orang tua mewajibkan atau melarang 
(dengan cara yang mereka tau) 
sebagai bagian dari pembentukan karakter 
demi kebaikannya kelak—hingga ia mengalaminya sendiri.

Kita semua lahir sebagai anak, 
meski tidak semua menjadi orang tua.

Jika kamu sedang berperan sebagai ortu, 
tidak perlu terlalu keras pada dirimu sendiri.

Ini bukan perlombaan tentang benar, baik, 
atau sempurna—tetapi tentang menjalani peran 
dan belajar menyampaikan, mendengarkan, dan saling memahami.

Bagaimanapun, ini semua tentang 
bagaimana kita terus memilih Cinta Kasih lagi, lagi, dan lagi.

Pada akhirnya, setelah semua hari buruk atau masa sulit, 
yang akan kita kenang adalah canda tawa 
dan hal-hal kecil yang seringkali kita lewatkan begitu saja—
jadi buatlah pengalaman berkeluarga yang menyenangkan!

Jika orang tuamu masih hidup, pastikan mereka tau 
bahwa kamu menghargai kehadiran dan upaya mereka.

Yuk, sadar yuk!


Teks oleh Victoria Tunggono
Pertama kali tayang 10 Februari 2025 di akun IG @ratuvictoria

Komentar

Baca Juga:

Hukum Tarik-Menarik

Hukum Getaran

Hukum Gender