Kebiasaan Mengendalikan

Apa kamu termasuk orang 
yang penuh kendali atas hidupmu?

Kamu tidak lagi menyalahkan siapa pun, 
sudah mengambil tanggung jawab atas hidupmu—
karena kamu tau “hidup ini terjadi padamu” 
dan kamu bisa mengambil pelajaran dari apa yang terjadi—
menapaki kesuksesan dari kegagalan di masa lalu.

Namun jadinya kamu merasa bertanggung jawab juga 
atas hidup orang lain—padahal tidak semua orang perlu kita tolong 
karena mereka jadi tidak belajar.

Kamu juga merasa senang dituruti 
atau ketika pemikiranmu terbukti benar—dan 
jadi gusar ketika menemukan sebaliknya 
atau melihat reaksi orang lain tidak seperti yang kamu harapkan.

Ini bukan tentang mengatur orang lain di sekitarmu saja, 
tapi juga termasuk malu atas kejadian yang sudah berlalu, 
marah ketika ada yang menghina atau bermusuhanmu, 
menolak hal-hal baru, juga merasa terpuruk ketika gagal—lagi.

Penting bagimu untuk menampilkan paripurna setiap saat, 
dan kamu tidak suka ditentang oleh siapa pun 
atau terlihat lemah tak berdaya.

Kamu menafikan bagian dirimu yang paling perlu dihadapi, 
yaitu ketakutan dan trauma—bahwa kamu pun punya sisi gelap; 
dan itu tidak apa-apa.

Hidup ini bukan tentang siapa yang terhebat, 
tapi tentang kejujuran menjadi diri sendiri apa adanya, 
termasuk setiap mengakui hal buruk yang ada padamu.

Dengan melepaskan kendali, fokusmu lebih ke dalam diri 
daripada apa yang terjadi di luar sana; 
dan hidupmu akan terasa lebih ringan 
karena berselaras dengan energi Alam.

Hasilnya kamu jadi lebih intuitif—
seakan memahami bahasa Semesta.

Yuk, sadar yuk!


Teks oleh Victoria Tunggono 
Pertama kali tayang 23 Maret 2025 di akun IG @ratuvictoria

Komentar

Baca Juga:

Hukum Tarik-Menarik

Hukum Getaran

Hukum Gender