Kebiasaan Menyalahkan

Jika ada yang terjadi tak sesuai dengan harapanmu, 
apakah kamu menyalahkan orang lain, atau keadaan, atau Tuhan? 

Kalau ya, artinya kamu senang menghindar dari tanggung jawab 
dan menikmati peran sebagai korban keadaan (bermental korban).

Kamu berpikir bahwa dirimu berada di posisi paling aman 
karena hidup ini terjadi padamu dan kamu tidak punya kuasa atasnya.

Lebih buruk lagi, 
jika kamu berpikir hidupmu yang paling sengsara 
karena Tuhan merenggut hal-hal dari hidupmu, 
menghindarkan kebahagiaan darimu, 
dan menyuguhkanmu kesulitan demi kesulitan.

Kamu menyalahkan orang lain atau keadaan 
karena merasa tidak punya pilihan, dan 
mencari seribu satu alasan supaya tidak disalahkan.

Kejutan untukmu, 
ternyata cara kerja dunia bukan seperti itu.

Semua orang yang bernafas di dunia ini 
punya andil terhadap jalan hidupnya, meski 
tidak bisa melawan kodrat—tapi nasib (sifatnya irodat) bisa diubah.

Jika kamu ingin ada perubahan dalam hidupmu, 
maka ada yang harus DIUBAH dalam pola pikirmu.

Karena begitu kamu mengambil 
tanggung jawab atas kejadian di hidupmu, kamu sudah 
tidak lagi menjadi korban melainkan penulis kisah hidupmu.

Berhenti menyalahkan siapapun—termasuk dirimu sendiri—
dan mulailah menerima kenyataan apa adanya, tanpa syarat.

Maka kamu akan melihat hidupmu pun pelan-pelan berubah 
karena kamu tidak lagi menunggu untuk berbahagia, 
tapi memutuskan untuk menciptakan kebahagiaanmu sendiri.

Ingat, syarat untuk bahagia adalah hidup apa adanya saat ini, 
bebas dari segala keinginan. 

Semudah itu, jika kamu mau untuk melepaskan.

Yuk, sadar yuk!


Teks oleh Victoria Tunggono 
Pertama kali tayang 19 Maret 2025 di akun IG @ratuvictoria

Komentar

Baca Juga:

Hukum Tarik-Menarik

Hukum Getaran

Hukum Gender