Tentang Ketakutan (III)
Apa sih yang kamu takutkan?
Takut gagal?
Tanpa kegagalan kamu tidak belajar;
dari kegagalanlah kamu jadi tahu
bagaimana yang seharusnya, mengenali pola,
dan mudah untuk memulai kembali jika harus.
Takut ditolak?
Setidaknya kamu jadi tahu bahwa hal/orang itu
bukan untukmu, dan tidak membuang waktu menunggu
atau energi untuk berandai-andai.
Takut mengecewakan orang lain?
Itu bukan urusanmu; kecewa adalah hasil dari berharap
tentang sesuatu yang tidak sesuai kenyataan—jadi
ini adalah pembelajaran untukmu dan orang lain
untuk menerima kenyataan apa adanya.
Takut menyakiti orang lain?
Urusanmu hanyalah memastikan bahwa semua pemikiran,
ucapan, dan tindakanmu adalah berdasarkan kebenaran—
jika ada orang yang tersinggung atau tersakiti oleh ucapanmu,
itu adalah urusan mereka untuk melampaui egonya.
Takut tersakiti?
Tidak ada orang yang bisa menyakitimu
kecuali jika pikiranmu mengizinkan mereka dan
kamu mengambil peran sebagai korban—maka
menjadi tanggung jawabmu untuk mengambil alih
kendali atas hidupmu dan belajar dari pengalaman ini.
Takut dibenci?
Yang lebih perlu kamu takutkan adalah
mengkhianati dirimu sendiri demi menyenangkan orang lain—
jika kamu dimusuhi karena mengatakan kebenaran
maka setidaknya kamu tahu siapa orang-orang
yang layak ada di hidupmu dan yang tidak.
Takut masuk neraka?
Bukankah dengan takut seperti ini saja kamu
sedang menghidupi neraka yang kamu ciptakan sendiri?
Ketakutan adalah sumber penderitaanmu, maka
begitu kamu menyadarinya, segeralah keluar dari situ
dengan memilih Cinta Kasih dan kelembutan
untuk dirimu sendiri—otomatis kamu akan
menyebarkan Cinta Kasih juga untuk orang-orang di sekitarmu.
Yuk, sadar yuk!
Pertama kali tayang 9 Maret 2025 di akun IG @ratuvictoria
Komentar
Posting Komentar
Silakan bagikan pemikiranmu di sini: