Menjadi Pahlawan

Apa kamu sering melihat ketidakadilan 
dan merasa harus turun tangan untuk memperbaiki situasi?

Mungkin kamu pernah berada di situasi terpuruk 
dan mengharap bala bantuan tetapi tidak kunjung datang, 
sehingga kamu merasa perlu menjadi pahlawan, 
supaya orang lain tidak mengalami apa yang kamu alami.

Ini artinya kamu punya kecenderungan untuk merasa berkuasa; 
kamu senang punya kendali dan merasa berguna untuk orang lain.

Namun apakah hal itu yang terbaik untuk orang lain?

Apa yang ia alami sekarang adalah akibat 
dari kesalahannya di masa lampau 
atau bekal kekuatannya di masa depan—
maka campur tangan kita malah membuatnya kehilangan 
kesempatan untuk memproses traumanya, 
melampaui ketakutannya, dan mengambil pelajarannya.

Alhasil, kita yang mendapatkan semua pengalaman dan pujian itu, 
tetapi jiwa mereka tidak berkembang.

Menolong adalah perbuatan baik, tetapi 
ada batasannya supaya tepat sasaran. 

Jika ada kesempatan untuk menolong orang lain, 
periksa dulu batin kita: apakah ini akan lebih berguna untuk orang itu, 
atau untuk kepentingan diri kita?

Jika ada kepuasan kita untuk merasa sudah berbuat baik 
atau jika kita punya tujuan tertentu, artinya ada ego yang bermain di sini.

Jika kita sampai mengorbankan kedamaian batin 
untuk menolong orang lain, bisa jadi itu karena melanggar suara hatimu.

Seringkali pertolongan pun tidak heboh penuh suara.
Hanya hadir dan berusaha memahami saja 
sudah merupakan bentuk pertolongan.

Jadi bukan berarti kita tidak boleh menolong, 
tetapi harus bijaksana dalam menentukan sikap.

Yuk, sadar yuk!



Teks oleh Victoria Tunggono 
Pertama kali tayang 19 Oktober 2025 di akun IG @ratuvictoria

Komentar

Baca Juga:

Hukum Tarik-Menarik

Hukum Getaran

Hukum Gender