Bagaimana Jika Kamu Salah?
“Apa yang akan kamu lakukan jika ada bukti ilmiah
yang membantah keyakinan agamamu?”
“Apa yang akan kamu lakukan jika sesuatu yang spiritual
membantah keyakinan ilmiahmu?”
Kedua pertanyaan di atas diajukan di dalam film “I Origins” (2014),
yang membuat saya berpikir panjang:
Bagaimana jika semua yang kita ketahui itu salah,
karena sejak kecil kita sudah terprogram dalam sistem dualitas
yang menjauhkan kita dari kenyataan?
Kebanyakan manusia cenderung bergerak berdasarkan
emosi atau logika—yang keduanya merupakan produk dari catatan,
kenangan, maupun hasil olah pikir,
sehingga sifatnya konseptual (ide/teori/ pemahaman abstrak),
kontekstual (terkait kondisi tertentu),
dan subjektif (berdasarkan sudut pandang pribadi).
Jarang ada yang menggunakan nalar (common sense)
karena terjebak dalam ilusi—berdasarkan trauma batin
maupun sugesti dari sekitar.
Ketidakmampuan kita menggunakan nalar diakibatkan pikiran
yang terlalu berpegang pada asumsi, opini, maupun kesimpulan,
bukan pada kenyataan.
Sedangkan orang bijaksana selalu melihat situasi berdasarkan kenyataan,
dan menerima hal itu sebagaimana adanya.
Apa yang nyata adalah yang tidak memihak, tanpa kepentingan,
bersifat objektif, dan bisa diterima oleh semua pihak.
Jika pemikiran kita masih memaksakan satu hal dan menolak yang lain,
artinya kita masih berpihak, dan ini bersifat subjektif;
alias tidak bisa diterima oleh semua pihak.
Jika ada sesuatu yang kita perjuangkan yang mendahulukan suatu pihak
dan tidak mengindahkan yang lain, artinya kita masih punya kepentingan pribadi;
alias ego yang bekerja dalam ranah dualitas.
Jika kita masih menilai diri sebagai benar dan yang lain salah,
artinya ada arogansi di dalam diri yang perlu kita lampaui
supaya bisa penuh Cinta Kasih.
Menerima kenyataan membutuhkan keluasan pikiran dan kelapangan hati,
dimana kita mampu melihat keadaan apa adanya, tanpa penilaian
maupun kesimpulan—dan kita bisa melatihnya lewat seni berpikir netral.
Yuk, sadar yuk!
Pertama kali tayang 31 Oktober 2025 di akun IG @ratuvictoria
Komentar
Posting Komentar
Silakan bagikan pemikiranmu di sini: