2. Awal Kesadaran

Kesadaran bisa diterjemahkan menjadi beberapa hal dalam bahasa Inggris. Di antaranya adalah awareness dan consciousness—hidup berkesadaran diterjemahkan sebagai mindfulness (beperhatian penuh).

Secara garis besar keadaan kesadaran (consciousness) di bagi menjadi tiga:


Subconsciousness

Alam bawah sadar adalah gudang tempat dimana semua kenangan tersimpan di basal ganglia alias “rubanah otak” kuno atau bagian yang paling dasar di dalam otak. Ranah ini menjadi penanggung jawab atas pengendalian dan produksi perilaku spontan manusia, baik proses motorik, intelektual, maupun emosional, yang merupakan hasil dari perpaduan pengalaman, pengetahuan, dan proyeksi pikiran. Gangguan perilaku, gangguan kejiwaan, dan mimpi berasal dari ranah ini. Ranah ini disebut sebagai Kesadaran Tubuh.


Consciousness

Alam sadar adalah keadaan terjaga yang dikuasai oleh otak. Di ranah ini kita memproses data yang diterima indera dan mengendalikan seluruh sistem dalam tubuh. Di ranah ini pikiran punya kendali penuh untuk memberdayakan seluruh fungsi otak; karena itulah disebut sebagai Kesadaran Pikiran.


Superconsciousness

Alam kesadaran tinggi ini seringkali disebut sebagai Higher Consciousness atau Higher Self, dimana kita menerima intuisi dan kejernihan pikiran. Ranah ini adalah Kesadaran Jiwa. Kesadaran tinggi inilah yang dimaksud sebagai “Kesadaran” atau “hidup berkesadaran” dalam ranah spiritual. Di atas ranah Superconsciousness ada juga kondisi Supraconsciousness (melampaui batasan-batasan manusiawi, masuk ke ranah Ilahi) dan Ultraconsciousness (kebersatuan dengan Semesta Raya dan seluruh makhluk).


Sedangkan hidup berkesadaran atau mindfulness adalah istilah yang disematkan pada orang-orang yang hidup dengan awas/waspada. Hidup berkesadaran bisa dicapai jika kita mampu melampaui energi/emosi negatif dan menjaga emosi selalu netral, sehingga lebih mudah untuk melihat kenyataan atau kebenaran Sejati. Tingkatan energi ini dirinci dalam Peta Kesadaran oleh David R. Hawkins.



Tingkatan Kesadaran


David R. Hawkins, M.D., Ph.D. (1927-2012) adalah seorang ilmuwan, psikiater, dokter, peneliti, penulis buku, dosen, sekaligus guru spiritual asal Inggris yang menghabiskan waktu hidupnya meneliti sisi mental dan spiritual manusia. Beliau berhasil menggabungkan dunia sains dengan spiritual, yang ternyata sangat berkaitan dengan kehidupan masyarakat modern. Tidak hanya menjadi pimpinan di Institute for Spiritual Research, Inc. dan pendiri Path of Devotional Nonduality, Hawkins juga menjadi penasehat biarawan Katolik, Kristen Protestan, dan Buddha. Ia telah banyak muncul di berbagai acara TV dan radio, serta mengajar di kampus ternama dunia seperti Westminster Abbey, the Oxford Forum, University of Notre Dame, dan Harvard University.

Salah satu karyanya yang paling banyak dipakai di seluruh dunia adalah Peta Kesadaran (Maps of Consciousness®) yang dijabarkan di buku Transcending the Levels of Consciousness. Peta Kesadaran ini membagi tingkatan kesadaran dalam skala 20 sampai 1000, atau 2% sampai 100%, dimulai dari rasa malu sebagai emosi dengan energi terendah. 

Di setiap tingkatan skala, Hawkins mengurai jenis pandangan ketuhanan, pandangan hidup, emosi, dan proses kehidupan yang setara dengan energi tersebut. Contohnya, seseorang dengan yang hidup dengan rasa malu akan hidupnya akan serba-susah, dan membenci Tuhan. Dia merasa dipermalukan di mana-mana dan tersisih dari kelompok masyarakat. Namun juga perlu diingat bahwa seperti hidup, dinamika kesadaran manusia juga naik-turun setiap saat. Jadi kita tidak bisa berpegang pada suatu level dan “merasa aman” sudah berada di situ, karena justru saat kita merasa aman itu, kita otomatis “jatuh” ke tingkat Kebanggaan/Keangkuhan (175)—biasanya kita lalu membandingkan pencapaian diri kita dengan orang lain kemudian mencemooh mereka yang tampaknya berada di bawah kita. 

Itu sebabnya falsafah Jawa mengulang-ulang pengingat “eling lan waspada”, karena setiap saat kita bisa jatuh ke kesadaran bawah. Namun ada bagusnya mengetahui tingkatan kesadaran ini, supaya setidaknya kita paham di mana tingkat kesadaran kita saat ini:



Dari tabel Peta Kesadaran di atas kita bisa melihat bahwa warna kuning ke bawah merupakan energi paksaan yang dihasilkan dari ketakutan, sedangkan titik netralitas (hijau) menjadi gerbang menuju energi kekuatan dari Cinta Kasih. Kita juga bisa melihat betapa Cinta Kasih akan “muncul” (baru tampak) begitu kita melepaskan segala bentuk ketakutan.

Sebagian perenungan dan proses berpikir yang ditayangkan di akun YukSadar berkaitan dengan hasil riset Hawkins, juga pengajaran Jiddu Krishnamurti, dan falsafah bangsa Nuswantara.
Selebihnya tentang pembahasan energi setiap tingkatan di Peta Kesadaran akan kita bahas di bab ini.

Komentar

Baca Juga:

Hukum Tarik-Menarik

Hukum Getaran

Hukum Gender