Energi tinggi dimulai dari skala 500 (Cinta) dalam Peta Kesadaran milik David R. Hawkins. Disebut tinggi, karena vibrasi yang dihasilkan di skala ini adalah frekuensi di atas 600 Hz. Ciri-ciri orang yang berada di frekuensi ini adalah penuh Cinta Kasih, ringan dalam menjalani kehidupan, dan senantiasa berbahagia.
Kondisi di frekuensi atas ini juga disebut mindful, atau hidup berkesadaran, dimana pikiran tidak lagi diselubungi ilusi pikiran atau ego, dan Kesadaran Jiwa memimpin kehidupan.
Banyak orang yang berpikir terlalu logis (dominan otak kiri) lebih suka pendekatan saintis ketimbang spiritual. Padahal spiritualitas dan sains saling terkait terutama dalam Fisika Kuantum, yaitu bagian dari Fisika Modern*. Tidak seperti aliran fisika sebelumnya, Fisika Kuantum memberi ruang pada prinsip ketidakpastian (uncertainty principle) berdasarkan teori relativitas umum dari Albert Einstein** dengan mempelajari sifat partikel hingga sub-atom. Spiritualitas ternyata bisa dijelaskan, yang dilakukan oleh Hawkins dengan risetnya tentang Peta Kesadaran dan melepaskan Ego***. Sedangkan sains rupanya tidak sesaklek yang kita pelajari di ruang kelas.
Di ranah yang lebih kecil dari atom, yang diusung dalam Fisika Kuantum, muncul faktor X (tindakan observasi dari subjek yang mempengaruhi objek) dan celah untuk asumsi (tidak dapat dibuktikan secara nyata)—yang dalam ranah religi dianggap sebagai unsur Tuhan.
Dari buku The Kybalion^ ada tujuh falsafah Hermetik^^ yang ditambah dengan lima ajaran dari kebudayaan kuno lain (seperti Mesir, Macchu Picchu hingga Ho’oponopono dari Hawaii) menghasilkan dua belas hukum Alam Raya, yang menghapus batasan antara sains dan spiritualitas—karena sains adalah kajian teorinya dan spiritualitas adalah pengalaman manusiawi tentang teori tersebut. Keduanya ada, nyata, dan dialami oleh setiap manusia, dalam kasus yang berbeda-beda.
Dengan pengetahuan tentang 12 Hukum Alam Semesta Yang Tak Terbantahkan^^^, dunia sudah tidak lagi memandang setiap bidang keilmuan sebagai hal-hal terpisah tetapi saling terhubung satu sama lain, yang diperkuat oleh riset dan kajian teori relativitas Einstein.
Di bab ini kita akan membahas khususnya ranah batin dan spiritualitas, karena segala hal duniawi dan materi sudah dibahas di bab-bab sebelumnya. Menurut tahapan keimanan, di bab ini kita memasuki tahapan epistemology dan ontology^*.
Di ranah ini kita sudah harus merevolusi pola pikir tidak lagi bermental miskin atau mental korban yang kekanakan, tetapi menjadi dewasa dan matang dalam kejiwaan.
Sains adalah kajian teorinya dan spiritualitas adalah pengalaman manusiawi tentang teori tersebut.
—Anonim
Kesejatian
Kesejatian adalah segala hal yang sejati, yang murni, orisinil, dari Tuhan—tanpa “kontaminasi” ego. Dalam kesejatian tidak ada lagi energi ketakutan atau paksaan yang terasa seperti kepalsuan atau dibuat-buat. Sesuatu yang Sejati hanya bisa dikenali oleh orang-orang yang telah melepaskan ego dan penuh dengan Cinta Kasih.
Di bab ini kita akan membahas ranah kesejatian ini, yaitu Cinta, Tuhan, Kepercayaan, Keimanan, dan Kebenaran.
Kesemestaan
Kata “Semesta” dalam KBBI adalah seluruh; segenap; semuanya. Semesta seringkali digunakan sebagai kata ganti Sang Ilahi, Tuhan, atau Allah di luar ranah agama. Semesta dalam bahasa lain adalah kosmos (sains), jagad (Jawa), buwana (Bali), atau dunya (Arab). Dalam ranah spiritual, juga biasa disebut sebagai Alam Semesta atau Semesta Raya, yang mewakili ranah di luar diri.
Kesemestaan artinya keuniversalan; kebersatuan segala hal yang ada di dunia ini; tidak lagi terpisah sebagai individu tetapi sebagai satu kesatuan yang utuh dan saling melengkapi. Dalam bahasa sains, sub-bab ini membahas Kesemestaan dari ranah Semesta Kecil (microcosmos) dan keterkaitannya dengan Semesta Besar (macrocosmos).
You are not a drop in the ocean; You are the entire ocean in a drop.
(Kamu bukanlah setetes air di lautan. Kamu adalah seluruh lautan di dalam setetes air.)
—Jalaluddin Rumi
_____
Digdaya Nuswantara
Sejak perkenalan dengan kata “Nuswantara” yang dipopulerkan oleh kelompok Turangga Seta, saya sering meminjam kata ini untuk menyebut Nusantara. Nuswantara adalah nama dari bahasa Kawi untuk menyebut leluhur bangsa Indonesia—di zaman kerajaan sebelum nama “Indonesia” diusulkan oleh Douwes Dekker^^*.
Pengetahuan saya tentang Nuswantara telah saya rangkum dan kembangkan ke dalam novel trilogi Nuswantara (PBK): Gerbang Nuswantara (2015), Candi Nuswantara (2018), dan Jagat Nuswantara (2021). Di sub-bab ini saya mengumpulkan reels yang dibuat berdasarkan novel trilogi Nuswantara yang berkaitan dengan Kesadaran dan tayang di akun IG
@nuswantarachronicles.
Adapun semua ajaran mindfulness telah diturunkan sejak dahulu kala oleh leluhur Nusantara, hanya dengan istilah berbeda. Pada intinya ajaran asli bangsa kita merujuk pada hukum kesemestaan dan kesadaran. Sayangnya, kebanyakan orang hanya mengenal ajaran leluhur Nusantara sebagai aliran animisme dan dinamisme—yang hanya merupakan bagian fisik (axiology/sembah raga/bakti marga) dari keseluruhan ajaran leluhur kita.
Animisme diambil dari bahasa Latin anima atau "roh", yaitu kepercayaan kepada makhluk halus dan roh merupakan asas kepercayaan bahwa setiap benda di Bumi ini (seperti kawasan tertentu, gua, pohon atau batu besar), mempunyai jiwa yang harus dihormati agar roh tersebut tidak mengganggu manusia.
Dinamisme adalah pemujaan terhadap roh nenek moyang yang telah meninggal menetap di tempat-tempat tertentu, seperti pohon-pohon besar. Ada juga yang menyebutkan bahwa dinamisme adalah kepercayaan terhadap kekuatan yang abstrak yang diam pada suatu benda—yang disebut dengan mana. Dinamisme dalam ranah metafisika adalah penjelasan kosmologi terhadap materi dunia menurut filosofi proses.
Animisme dan dinamisme adalah ranah supranatural atau metafisika—sedangkan ajaran kesemestaan/spiritualitas berada di ranah fisika kuantum (ontology/sembah rasa/raja marga).
_____
Ksatria Pinandita
Dalam bahasa Jawa ada istilah “Satriya Pinandita” yang berarti para ksatria dengan kebijaksanaan pendeta. Ksatria (artinya “kewenangan” dalam bahasa Sansekerta) adalah tingkatan kasta (warna atau peran) dalam agama Hindu, yaitu orang-orang yang menempati kursi pemerintahan seperti raja atau presiden, bangsawan, tokoh masyarakat, serta militer. Mereka adalah orang-orang yang mengabdi untuk melayani dan melindungi rakyat, dan tidak memiliki harta pribadi karena semuanya milik negara atau kerajaan.
Para ksatria punya ciri bersikap teguh, tangguh, rendah hati, berani, dan bertanggung jawab.
Sedangkan Pandita (artinya “mengetahui” dalam bahasa Sansekerta) adalah sebutan untuk kasta di atas Ksatria, yaitu Brahmana. Kasta ini adalah orang-orang yang berpengetahuan luas, memahami ilmu suci Veda, dan arif bijaksana. Biasanya mereka tidak lagi berurusan dengan hal duniawi atau materi, dan lebih fokus pada hubungan dengan Sang Ilahi.
Meski umumnya peran ini turun-temurun dilakukan dalam keluarga, ada juga orang-orang yang dilahirkan di “keluarga biasa” tetapi mempunyai karakter yang masuk kriteria dan “diangkat” menjadi kasta ksatria atau brahmana. Di Bali, orang-orang ini disebut Jero/Jro.
Dalam perkembangan dunia sekarang yang mulai kembali berkesadaran, banyak ksatria yang “dibangkitkan” kesadarannya—mereka yang disebut sebagai Starseed atau Lightworker, yang memiliki pengetahuan dan kebijaksanaan seorang pandita dan ditugaskan untuk membantu menaikkan kesadaran orang banyak layaknya pengabdian seorang ksatria. Sub-bab ini membahas tentang sifat dan tugas para ksatria pinandita ini.
_____
*) Fisika Modern atau Mekanika Kuantum dimulai pada tahun 1900 oleh Max Planck; yang memberi ruang bagi ketidakpastian / relatif / keterhubungan / subjektif / sub-atomik. Sedangkan Fisika Klasik yang dimulai oleh Sir Isaac Newton (1643-1727) adalah ilmu pasti / absolut / keterpisahan / objektif / material; dirangkum dari buku "Sains & Spiritualitas" – Roy Budi Efferin, hal. 1-7.
**) Albert Einstein (1879-1955) adalah fisikawan teoretis kelahiran Jerman yang secara luas dianggap sebagai salah satu ilmuwan paling berpengaruh. Terkenal karena mengembangkan teori relativitas, Einstein juga memberikan kontribusi penting bagi mekanika kuantum.
^) Buku kajian filsafat The Kybalion: A Study of the Hermetic Philosophy of Ancient Egypt and Greece (1908) ditulis oleh Three Initiates a.k.a. William Walker Atkinson (1862-1932).
^^) Hermetik atau Hermetisisme adalah sebuah cabang filsafat spiritual yang sudah ada sejak abad pertama Masehi di Mesir dan Yunani Kuno. Salah satunya adalah 7 Prinsip Hermetik tentang “Tuhan sebagai segalanya sekaligus pencipta segalanya” yang dijabarkan oleh penulis terkenal Hermes Trismegistus—yang diyakini telah menulis Tablet Zamrud dan Corpus Hermeticum (dua ajaran kuno yang sangat berpengaruh).
^^^) "The 12 Immutable Laws of the Universe" adalah penyempurnaan dari 7 Prinsip Hermetik. Immutable artinya tidak berubah; tak terbantahkan; selalu ada; kekal.
^*) Lih.
Bab 2, Tahapan Keimanan.
^^*) Ernest François Eugène Douwes Dekker atau Danudirja Setiabudi atau Multatuli (1879–1950) adalah seorang pejuang kemerdekaan dan pahlawan nasional Indonesia berkebangsaan Belanda.
Komentar
Posting Komentar
Silakan bagikan pemikiranmu di sini: